Total Tayangan Halaman

Rabu, 30 Maret 2011

Foot, food..








Fashion and Personality

SETIAP orang memiliki kepribadian berbeda-beda yang terproyeksi dari kecenderungannya dalam berbusana. Bagaimana pun, urusan gaya pada akhirnya kembali pada mengenal jati diri dan mengungkapkan siapa Anda sesungguhnya.




Romantis
Tipe perempuan romantis memiliki hati yang benar-benar lembut dan feminin. Dia menginginkan pakaiannya tidak mencolok, tapi tetap terkesan fun dan girlie sehingga kecantikannya lebih menjadi titik fokus. Lemari pakaiannya umumnya penuh dengan atasan beraksen ruffles, jaket lembut berpita, blus renda, dan rok atau gaun alih-alih celana. Pilihan warnanya pun di ujung spektrum yang lembut seperti pink hangat, biru langit, aqua, koral, atau salem. Tipe romantis juga lebih memilih mengenakan high heels daripada flats.



Diva
Sang diva selalu ingin menjadi pusat perhatian. Dia mungkin bukan perempuan tercantik di dalam ruangan, tapi selalu berhasil menarik perhatian orang-orang lewat gayanya yang seru, serta kepercayaan diri dan pesona yang dia pancarkan. Lemari sang diva cenderung diisi dengan warna-warna cerah, motif funky, desain riang dengan banyak aksesori yang mengagumkan. Saking inginnya menjadi pusat perhatian, dia tak akan ragu tampil dengan gaya ekstrem.


Sporty
Perempuan sporty gemar beraktivitas di luar ruangan. Gayanya santai, dengan karakteristik yang terlihat ramah dan gampang didekati, tanpa terkesan slebor atau asal-asalan. Setelan favoritnya terutama jins biru dan kemeja berkancing. Lemari pakaiannya umumnya diisi dengan busana santai, klasik, jins, serta flats. Tipe perempuan ini tidak terlalu menyukai aksesori karena tidak punya banyak waktu untuk berdandan. Sederhana dan nyaman menjadi motonya dalam bergaya.



Tradisional
Tipe perempuan tradisional menyukai gaya klasik dan memproyeksikan citra yang sangat tradisional, konservatif, dan formal. Soal busana, dia memilih praktis dan fungsional. Lemarinya dipenuhi dengan berbagai setelan jas, siluet-siluet klasik, dengan gaya yang sangat konservatif dan tidak banyak variasi warna. Menjadi modis tidak terlalu penting baginya.


Elegan
Tipe seperti ini menghargai fasyen sebagai simbol status. Citranya yang halus, agung, dan high maintenance terlihat dari tampilan yang dipoles rapi dan berbudaya. Tipe elegan selalu tampil tanpa cela dari ujung kaki sampai ujung rambut. Dia berinvestasi dalam pakaian dan perawatan karena mereka merupakan bagian penting dari gaya hidupnya. Lemarinya dipenuhi koleksi abadi dari desainer ternama serta busana-busana mewah. Baginya, kualitas sama pentingnya dengan gaya.

Provokatif
Tipe seperti ini merasa nyaman tentang dirinya sendiri, sehingga tidak ragu untuk tampil seksi dan menggoda. Pilihan gayanya menggambarkan sensualitas yang tak terbatas. Dia menyukai desain busana yang membentuk kontur tubuh. Lemari pakaiannya pun dipenuhi dengan berbagai koleksi menarik yang didesain untuk mengungkapkan dan menekankan daya tarik seksualnya. Gaun mini, high heels, serta pakaian dalam yang paling berani dipastikan mengisi lemari pakaiannya.

Eklektik
Penuh kejutan dan imajinatif. Dua kata itu layak menggambarkan tipe eklektik yang berjiwa bebas dan independen dalam urusan bergaya. Dia ingin menjadi nonkonformis dan menggunakan pakaian untuk mengekspresikan individualitasnya. Gaya berbusananya mungkin sulit didefinisikan, karena benar-benar mewakili dirinya. Lemari pakaiannya dipenuhi mulai dari barang-barang musiman, klasik, sampai trendi. Tapi, cara dia memadupadankan koleksi itulah yang menjadikannya unik dan tiada dua.

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/tujuh-tipe-perempuan-berdasarkan-gaya-personal-20110330-031600-767.html


My Failure, and my friends

my mom is right.. when she said that i always lock my self in my room when some problems comes.
yes, it happen again now.
actually, i always need friend to handle my problem..
if i just stay in my room it can make my self more down.

2 days ago, i failed with my research proposal. and that failure make me more down when I didn't have any friend beside me. i cried when i remembering my old friends was not here. I thought that they are my real friend, but when I was get worse with my self, they went from me, because i did something that they can't allowed.

But God is so Good.
Now i know who is my best friend, even they are not as good as my old friend (their "Ideal" condition), but they can accept me, what ever I am..
I'm not crying again now.

I have some another friends who always support when I', going down.

Now, I wont to think about my failure again, i just wanna continue my live..
my adventure.

Sabtu, 26 Maret 2011

mengakhiri kembali

aku akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubunganku lagi.
dan dengan senang hati, mungkin akan menerima..