putus dengan Blotong pada awalnya membuatku frustasi.
penilaian yang buruk diberikan padaku olehnya.berulang kali aku coba menjelaskan tapi akhirnya sama saja. dia minta untk mengakhirinya.
dan aku pun mengiyakan.
sudah sebulan lebih sejak kami putus, namun masih ada cerita basa-basi yang kami ciptakan sendiri. satu sama lain dari kami masih saling mencintai, namun dia tak ingin kami bersatu kembali, dan aku pun mengiyakan.
kejadian ini sempat kembali menghentikan proses pengajuan skripsiku. kesehatanku mulai menurut, begitu pula semangatku. namun semangat anak-anak jalanan yang kulihat disepanjang jalan kembali menaikan semangatku. aku hanya bisa disentuh oleh kekurangan rupanya.
dan aku pun melangkah lagi. mulai melihat sekeliling dan memberi tiap detiknya arti yang berarti.
kini skripsiku sudah mulai berjalan, aku sudah membuka pintunya, dan mulai mencari. hingga saat keluar nanti, aku bisa melihat sinar benderang dalam pandanganku.
setelah itu aku bisa kembali kepada mereka yang membutuhkanku, begitu pula aku yang membutuhkan mereka.
pada anak jalanan, pecandu, dan orang-orang yang terpinggir lainnya, merekalah semangatku.
Total Tayangan Halaman
Selasa, 29 Juni 2010
Minggu, 06 Juni 2010
Makhluk hidup yang ada di dalam Air kemasan gelas plastic
.jpg)
.jpg)
Tadi siang aku dan event organizer ku baru saja mengadakan sebuah pelatihan mengenai pengenalan potensi berdasarkan tipe kepribadian. Tak lupa tentunya konsumsi kami persiapkan. Namun ada satu yang membuatku terkejut saat melihat ini kardus air mineral bermerk ternama yang kami pesan dari sebuah catering milik teman kami sudah basah, dan benar saja beberapa kemasan air mineral gelas tersebut telah ada yang bocor, dan ada 1 kemasan yang bahkan menampakan benda putih melayang didalamnya.
Kemasan itu tidak bocor, tapi mengapa bias ada benda asing didalamnya ya?!
Ada makhluk hidup disana, seperti lumut yang mengambang, sepengetahuanku makhluk hidup itu bisa ada didalam sana jika proses nertalisir tidak sempurna, ataupun terdapat lubang pada kemasan tersebut. Wah aku jadi trauma dan lebih teliti jika membeli air mineral dalam kemasan, sejak kejadian itu.
Sabtu, 05 Juni 2010
Lomba Menggambar dan Mewarnai tingkat Sekolah Luar Biasa se Eks-KArisidenan Surakarta
.jpg)
Sebulan yang lalu aku di hubungi oleh pihak BEM fakultas PSikologi UMS untuk menjadi juri dalam lomba menggambar dan mewarnai bagia ana berkebutuhan khusus. Tampa ragu-ragu aku pun menerimanya. Jujur,aku penasaran dengan hasil gambar mereka. Pada anak istimewa ini memiliki bakat yang sama dengan kita yang normal meskipun indra dan mental mereka tak seperti kita yang dikatakan normal.
Akhirnya setelah mengalami penundaan waktu lomba sebelumnya, akhirnya hari ini perlombaan dimulai. Hall fakultas Psikologi UMS mulai di penuhi dengan siswa-siswa SLB. Secara kasat mata mereka tidak tampak seperti anak berkebutuhan khusus. Sampai aku memperhatikan mereka satu persatu, dan ternyata mereka berkomunikasi tidak seperti anak normal, mereka menggunakan bahasa isyarat, tapi tak tampak kesulitan diwajah mereka dalam melakukannya,sama saja seperti kita. Ya, memang diantara mereka sebagian besar adalah tuna rungu, tapi ada juga yang mengalami cerebral palsy (gangguan kordinasi otak dengan system gerak). Anak yang menderita cerebral palsy ini tampaknya sedikit mengalami kesulitan menggambar ataupun menyelesaikan gambarnya, tapi ia pun terlihat menikmati aktivitasnya. Begitu pula dengan anak-anak reterdasi mental, mereka terlihat ceria dan cuek, meskipun apa yang mereka gambar tidak terlalu jelas.
Sampai akhirnya aku pun mulai menilai hasil karya mereka dan aku sangat terkejut melihatnya! Mereka memang benar-benar berbakat, hasil gambar mereka sebagian besar sangat rapi dan bagus. Aku saja mungkin tak bias dengan PD menggambar seperti mereka. Meskipun diantara mereka ada beberapa yang tampak alakadarnya (dalam ukuran noemal). Namuan seandainyapun mereka anak normal mereka tidak akan percaya diri dengan hasil gambar mereka. Tapi mereka memang benar-benar istimewa, mereka sangat percaya diri dengan apa yang mereka goreskan, meskipun itu tak bermakna.
Yang ku pelajari dari mereka adalah, mereka tetap percaya diri akan apa yang mereka miliki, meskipun ada hal lain yang membatasi mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)