Total Tayangan Halaman

Minggu, 23 Mei 2010

Perjalanan patah hati


Baru saja aku patah hati karena mantan pacarku memberikan sikap yang nggak jelas terhadap hubungan kami. Hal ini membuatku untuk nekat menempuh perjalanan kearah utara kota Sragen dengan mengendarai motor seorang diri. Aku mulai memacu kendaraan kesayangan ku ini dengan kecepatan rata-rata 70km/jam. Aku beberapa kali hanya melihat papan-papan yang menunjukan kearah mana aku telah sampai.



Terus ku pacu tanpa tahu akan sampai kemana. Dan aku baru menyadari kalau diriku telah jauh mengendarai si “bleady”, motorku, hingga mencapai propinsi JAWA TIMUR. Terpampang dihadapanku sebuah Gapura yang di kanan kirinya terdapat candi tiruan yang bertuliskan “SELAMAT DATANG, PROPINSI JAWA TIMUR”. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal yang biasa, namun buatku ini adalah pengalaman yang telah lama aku nantikan. Lagi-lagi bukan masalah jarak pencapaian namun lebih kepada tujuan pencapaian. Selama ini aku telah menyinggahi 4 propinsi (Jakarta, Jawa Tengah, Jogjakarta dan Jawa Barat) dari 6 propinsi yang ada di pulau jawa sebagai tujuan traveling backpacker ku, dan kini aku telah mencapai propinsi ke 5.

Beberapa waktu yang lalu, diawal tahun aku sempat merencanakan ber Backpacker ria ke MALANG, tapi aku akhirnya menunda kepergianku itu dan menggantinya dengan kegiatan Relawan (IIWC) di Candi Sewu bersama teman-teman dari Taiwan. Namun aku tak pernah menyangka, patah hati yang ku rasakan saat ini bisa membawaku mencapai harapanku yang tertunda itu. Meskipun aku belum sempat mencapai malang, tapi paling tidak Ngawi, merupakan kota yang mewakili propinsi kelima dalam daftar backpackerku.


Kini tinggal propinsi BANTENlah yang belum aku jamah. Tapi aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan mencapainya sebelum aku meninggalkan pulau jawa ini, dan beralih ke Pulau-pulau yang lain di Indonesia dan berlanjut dengan backpacker ke luar negeri.

Semangat Backpacker dan Persahabatan Dunia akan tetap berkobar dalam diriku, meski patah hati menghadang (hahahaha ^O^)




Kamis, 06 Mei 2010

Bangunkan diriku sendiri

beberapa hari ini kebanyakan mikir.
seharusnya aku cukup melakukan apa yang harus aku lakukan saja
kok malah kebanyakan mikir sih.

pekerjaan yang dulu menyita waktu sekarang holang entah kemana?
apa karena kondisi badanku yang nggak sekuat dulu,
jadi orang-orang juga dah nggak bisa mengandalkan aku lagi ya?
entahlah,
tapi aku merasa harus segera melakukan sesuatu,
baiklah untuk kali ini tidak ada lagi berfikir panjang,
cukup lakukan saja.

yang pertama kulakukan adalah menerima setiap tawaran pekerjaan yang diberikan
dan atau mencari dan menjemputnya.

ini bukan lagi saatnya hanya tidur dan bermimpi.
tapi, bangun dan bermimpi...